Wujudkan Data Akurat, Pemerintah Kalurahan Margoluwih Lakukan Pemutakhiran Indeks Desa dan Optimalisasi Aplikasi E-HDW
Margoluwih, Seyegan – Data yang valid adalah kunci utama keberhasilan
pembangunan sebuah desa. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah
Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan
supervisi dan fasilitasi pengisian Indeks Desa serta optimalisasi aplikasi
E-HDW (Electronic Human Development Worker).
Kegiatan yang berlangsung di aula
kalurahan ini dihadiri oleh jajaran perangkat kalurahan, Pendamping Desa,
Pendamping Lokal Desa, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Strategi
Data Valid: Updating Berbasis Data Tahun Lalu
Dalam arahannya, Bapak Parjiya
selaku Pendamping Desa (PD) bersama Ibu Estri Wahyunu selaku Pendamping
Lokal Desa (PLD) menekankan pentingnya metode updating (pemutakhiran)
data.
"Pengisian Indeks Desa tahun
ini harus mempertimbangkan dan mengacu pada isian tahun lalu. Kita tidak mulai
dari nol, melainkan memutakhirkan indikator yang memang mengalami perubahan di
lapangan. Strategi ini sangat penting agar tren perkembangan kalurahan terlihat
jelas dan data yang dihasilkan jauh lebih valid," ujar Bapak Parjiya.
Gotong
Royong Data, Libatkan Pamong hingga Dukuh
Ada yang menarik dalam proses
pemutakhiran data di Margoluwih kali ini. Demi mengejar akurasi tingkat tinggi,
kegiatan ini tidak hanya bertumpu pada operator kalurahan, melainkan melibatkan
seluruh Pamong Kalurahan termasuk para Dukuh (Kepala Dusun).
Keterlibatan para Dukuh dinilai
menjadi langkah krusial. Sebagai pemangku wilayah yang bersentuhan langsung
dengan warga, para Dukuh memiliki data riil mengenai kondisi sosial, ekonomi,
hingga infrastruktur di padukuhan masing-masing. Dengan sinergi ini, potensi
salah input atau data yang tidak sesuai lapangan bisa diminimalisir.
Fasilitasi
Aplikasi E-HDW: Komitmen Margoluwih Tekan Stunting
Setelah fokus pada pengisian Indeks
Desa, agenda dilanjutkan dengan fasilitasi bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM)
dalam pengoperasian aplikasi E-HDW.
Aplikasi besutan Kemendesa PDTT ini
menjadi alat vital bagi KPM untuk memantau dan memastikan konvergensi layanan
pencegahan stunting di Margoluwih. Melalui fasilitas ini, para kader dibimbing
agar lebih lancar dalam memasukkan data intervensi, mulai dari pemantauan ibu
hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), hingga balita.
Menuju
Margoluwih yang Lebih Maju
Melalui rangkaian kegiatan supervisi
dan fasilitasi ini, Pemerintah Kalurahan Margoluwih berharap perencanaan
pembangunan ke depan—baik yang bersumber dari Dana Desa maupun sumber anggaran
lainnya—bisa semakin tepat sasaran karena berbasis data yang sahih (data-driven
policy).
Kerja keras bersama antara
Pendamping Desa, Pamong, Dukuh, dan KPM ini menjadi bukti nyata komitmen
Kalurahan Margoluwih dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan,
akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Parjiya
pendamping desa)
Komentar
Posting Komentar