Langkah Nyata Margoluwih Mengawal Tumbuh Kembang Generasi Bangsa
Kesehatan anak adalah investasi termahal bagi masa depan sebuah bangsa. Di Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, kesadaran ini diwujudkan melalui serangkaian aksi nyata. Melalui pemanfaatan Dana Desa tahun 2025, Pemerintah Kalurahan Margoluwih meluncurkan program Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dan Validasi Pengukuran Balita sebagai senjata utama melawan ancaman stunting
Akurasi Data: Fondasi Penanganan Stunting
Masalah stunting sering kali berawal dari ketidakakuratan data. Kesalahan dalam mengukur tinggi badan atau menimbang berat badan balita di tingkat dusun dapat menyebabkan kesalahan dalam penentuan status gizi anak
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif. Didampingi oleh tenaga ahli dari Puskesmas Seyegan, setiap balita diukur kembali menggunakan alat antropometri yang presisi, seperti infantometer untuk bayi di bawah dua tahun
Memberdayakan Kader, Menjaga Masa Depan
Kader Posyandu adalah ujung tombak kesehatan di tingkat akar rumput. Namun, semangat saja tidak cukup; mereka butuh kompetensi. Melalui dua sesi pembinaan intensif pada Juli dan Agustus 2025, para kader dibekali kemampuan deteksi dini menggunakan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
Materi yang disampaikan sangat teknis dan mendalam, mulai dari cara menstimulasi motorik anak hingga cara membaca grafik KMS (Kartu Menuju Sehat) dengan benar
Komitmen Berkelanjutan
Margoluwih membuktikan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan dengan "sekali pukul lalu selesai". Pasca validasi, rencana tindak lanjut telah disusun secara sistematis. Balita dengan masalah gizi akan dipantau setiap bulan, edukasi pemberian ASI dan menu gizi seimbang (menu 4 bintang) terus digencarkan, hingga pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal pun disiapkan
Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa dengan transparansi Dana Desa dan kolaborasi lintas sektor, sebuah desa mampu menciptakan jaring pengaman kesehatan yang kokoh
Seyegan oke doke.....
BalasHapus