Transformasi Digital & Kolaborasi: Menuju BUMKal Mandiri di Era Baru 2026

 


Sleman, 7 Mei 2026 – Bertempat di Margodadi, Seyegan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil menggelar agenda penting bagi keberlanjutan ekonomi desa: Pelaksanaan Pembinaan BUMKal Tahun 2026. Mengusung topik utama "Strategi Pengembangan Jejaring Usaha BUMKal Berbasis Potensi Kalurahan", kegiatan ini menjadi panggung bagi para pengurus BUMKal, Lurah, dan Pamong untuk mempertajam arah bisnis mereka.

Potensi Lokal sebagai Basis Kekuatan Bisnis

Narasumber utama, Bapak Widodo Prasetyo Utomo, S.AK., Senior Konsultan dari Bumdes.id, menekankan bahwa kunci sukses BUMKal terletak pada kemampuan mengenali profil dan bentang desa. Beliau memaparkan metode Pemetaan Bentang, yaitu konsep mengukur dan mengamati segala aspek wilayah—mulai dari bentang alam, sosial, ekonomi, budaya, hingga teknologi—untuk diubah menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan.

Dalam sesi ini, BUMKal diajarkan untuk tidak lagi "bertarung sendiri" dengan minim inovasi, melainkan mulai membangun Jejaring Usaha yang terstruktur untuk meningkatkan akses pasar, modal, dan teknologi.

Digitalisasi: Jika Tidak Muncul Secara Digital, Anda Dianggap Tidak Ada

Materi pembinaan berlanjut pada urgensi transformasi digital bagi UMKM dan unit usaha BUMKal. Di era pasar digital tahun 2026 ini, pola perilaku konsumen telah berubah total: mereka mencari melalui Google, melihat ulasan di Instagram/TikTok, dan bertransaksi via WhatsApp.

Bapak Widodo menegaskan satu poin krusial: "Kalau usaha tidak muncul secara digital, maka dianggap tidak ada". Penggunaan platform seperti WhatsApp Business, Marketplace (Shopee/Tokopedia), Media Sosial, dan Google Business bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mekanis untuk pertumbuhan usaha desa.

Strategi 2026: Dari Desa untuk Indonesia

Para peserta dibekali dengan strategi praktis untuk menaikkan omzet, antara lain:

  • Identitas Produk yang Jelas: Membangun storytelling dan identitas visual yang kuat.

  • Kualitas Visual: Penggunaan foto produk yang estetik untuk meningkatkan kepercayaan.

  • Respons Cepat & Konsistensi: Kunci memenangkan hati pelanggan digital yang ingin dilayani secara instan.

Dampak dari digitalisasi ini tidak main-main. Berdasarkan data yang dipaparkan, implementasi digital yang tepat mampu memberikan potensi kenaikan omzet antara 50% hingga 145% melalui perluasan jangkauan pasar dan efisiensi operasional.

Membangun Masa Depan Kalurahan

Kegiatan ini ditutup dengan semangat kolaborasi. BUMKal diharapkan mampu bertindak sebagai konsolidator yang menghubungkan potensi warga dengan jaringan yang lebih luas. Dengan kepemimpinan (leadership) dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dari para Direktur BUMKal, diharapkan ekonomi kalurahan di wilayah Sleman tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional.

"BUMKal Kuat, Desa Sejahtera, Indonesia Maju Bersama!" 

di tulis Parjiya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Nyata Margoluwih Mengawal Tumbuh Kembang Generasi Bangsa

"Sistem Mina-Ayam Modern: Dobrakan Ketahanan Pangan Abad 21 Berbasis Ekonomi Sirkular!"